BPR BKK Blora raih penghargaan dari Infobank

Foto: Gatot Aribowo

Pelayanan di kantor pusat BPR BKK Blora pada Selasa, 21 April 2026.

Selasa, 21 April 2026 18:23 WIB

BLORA (wartablora.com)—BPR BKK Blora pekan lalu meraih penghargaan dari Majalah Infobank sebagai bank BPR dengan kinerja terbaik se-Indonesia yang beraset Rp250 miliar hingga Rp500 miliar. Penghargaan bernama The Best BPR milik Pemda ini diterima Dirut PT BPR BKK Blora (Perseroda) Puguh Haryono bersama jajarannya di Solo akhir pekan ketiga April 2026. Penghargaan ini menjadi motivasi tersendiri untuk 170-an karyawan perseroda tersebut.

"Kami terus terang bekerja bukan untuk meraih prestasi ini. Kami hanya menjalankan amanah dan bekerja sungguh-sungguh sebagai bagian dari ibadah dengan memegang komitmen dan tanggung jawab terhadap aturan yang ada," katanya Puguh Haryono saat ditemui di ruangannya pada Selasa, 21 April 2026.

Mengutip majalah tersebut, Sepanjang 2025, BPR BKK Blora mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang sangat positif, yakni Rp16,50 miliar dan aset yang mencapai Rp524,38 miliar hingga akhir tahun.

"Ini sebetulnya hasil kerja teman-teman, bukan hasil kerja satu orang saja. Kami hanya menanamkan ke teman-teman bahwa kerja dengan sungguh-sungguh adalah ibadah," ujarnya.

Dari hasil kerja ini pada Januari 2026 direksi mendapat informasi dari majalah tersebut berkaitan dengan kinerja terbaik.

"Ada 4 BPR di Jawa Tengah yang diundang dalam acara penerimaan penghargaan tersebut, dan BPR BKK Blora dapat yang terbaik," katanya.

Dalam catatan majalah itu, kinerja terlihat dari penyaluran kredit hingga akhir 2025 menembus Rp427,51 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan agresivitas bank yang melampaui rencana awal sebesar Rp412,10 miliar.

Adapun, sektor modal kerja menjadi pendorong utama, terutama pembiayaan bagi petani, pelaku usaha, serta proyek pemerintah, sejalan dengan karakteristik ekonomi Kabupaten Blora.

Di sisi lain, aspek pendanaan Juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Sepanjang 2025 tabungan melonjak tajam 111,13% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp317,70 miliar dari posisi yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp285,88 miliar.

Pertumbuhan dana murah ini tidak lepas dari strategi selling day secara berkala, kolaborasi dengan institusi pendidikan, peningkatan kapabilitas pegawai di bidang pemasaran, serta optimalisasi mobil kas keliling yang terbukti efektif memperluas basis dana berbiaya rendah.