Bertemu dengan pengusaha, ini yang ditawarkan AR

Foto: Prokompim

Bupati Blora Arief Rohman memaparkan potensi lokal yang bisa ditanami modal pengusaha. Paparan ini disampaikan dalam pertemuannya dengan kelompok pengusaha di Jakarta.

Kamis, 11 Desember 2025 12:48 WIB

BLORA (wartablora.com)—Pemerintah Kabupaten Blora mengadakan Business Meeting Kabupaten Blora 2025 di Jakarta, Selasa, 9 Desember 2025. Pertemuan yang diselenggarakan di Best Western Senayan, Jakarta ini mengetengahkan tema Strategi Promosi Investasi Blora. Bupati Blora Arief Rohman memaparkan potensi-potensi strategis yang dimiliki Kabupaten Blora untuk ditanami modal pengusaha.

Potensi yang ditawarkan Arief Rohman (AR) mulai dari sektor hijau hingga sektor eksploitasi sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi. Sektor hijau yang ditawarkan antara lain potensi peternakan sapi dan pertanian pangan.

“Kami promosikan potensi gas bumi yang besar ini kepada perusahaan-perusahaan di sektor migas. Blora punya peluang kuat untuk menjadi pusat energi yang mendukung kawasan industri,” kata AR.

Di sektor peternakan, ia menegaskan bahwa populasi sapi Blora merupakan yang terbesar di Jawa Tengah, sehingga peluang hilirisasi sangat besar.

''Kita ingin menciptakan hilirisasi produk daging sapi di Blora, agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” ujarnya.

Dari sektor pangan, Bupati Arief menambahkan, Blora penghasil padi nomor 5 se-Jawa Tengah dan penghasil jagung nomor 2 se-Jawa Tengah. Cita-cita ke depan, Blora ingin membangun pabrik pakan ternak di Blora.

Potensi gabungan antara produksi jagung yang melimpah dan populasi sapi yang besar dinilai menjadi modal kuat bagi investor industri pakan ternak.

Dikatakannya, Pemkab Blora bersama KADIN kini tengah merancang kawasan industri (KI) baru di wilayah Blora–Cepu. Kawasan ini dinilai strategis karena memiliki dukungan energi, aksesibilitas, dan kedekatan dengan wilayah industri Jawa Timur.

“Hampir 50 persen wilayah Blora adalah kawasan hutan, termasuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDPK). Wilayah Blora–Cepu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan industri baru. Rencana ini akan kami konsultasikan dengan Kementerian Kehutanan,” jelasnya.

Realisasi investasi Kabupaten Blora pada Januari–September 2025 telah mencapai Rp 1,6 triliun. Investasi ini bersumber dari sektor industri makanan, tanaman pangan, perkebunan, pertanian, perdagangan, konstruksi, hingga mineral logam.