Konsultasi ke OJK, ini oleh-oleh yang dibawa Bupati Blora

Foto: Prokompim

Bupati Blora Arief Rohman saat konsultasi ke OJK terkait program-program Tim Percepatan Akses keuangan Daerah (TPAKD) Blora .

Rabu, 08 Februari 2023 21:45 WIB

BLORA (wartaEKBIS)—Bupati Blora Arief Rohman mengajak rombongan Tim Percepatan Akses keuangan Daerah (TPAKD) Blora untuk konsultasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal inovasi program akses kuangan pelaku usaha ke sumber-sumber pembiayaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Rabu, 8 Februari 2023. Dalam konsultasi ini, OJK merekomendasikan agar TPAKD Kabupaten Blora mengadopsi 4 model umum yang bisa dikerjakan lembaga jasa keuangan yang ada di Blora. Empat model umum tersebut antara lain: rekening pelajar, kredit pembiayaan melawan rentenir, kredit usaha pertanian, dan program keuangan inklusi pedesaan.

TPAKD merupakan suatu forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. Rombongan TPAKD yang diajak Arief Rohman ini terdiri dari pelaku industri perbankan yang ada di Kabupaten Blora, pejabat keuangan di Pemerintahan Kabupaten Blora, serta komisi di DPRD Blora yang membidangi ekonomi.

Di Kantor OJK di Menara Radius Prawiro, Jakarta, rombongan TPAKD Kabupaten Blora diterima Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edwin Nur Hadi, serta Anggota Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi. Edwin dalam forum konsultasi tersebut mengenalkan 4 model umum yang bisa dikerjakan TPAKD.

"Sudah ada program TPKAD di Blora, namun perlu diakselerasi. Saya akan sampaikan beberapa usulan yang bisa dilakukan di wilayah Kabupaten Blora. Ada 4 generic model yang sudah tersedia saat ini yang bisa menjadi acuan dalam melaksanakan program TPKAD," katanya.

Model pertama, kata Erwin, adalah program yang menyasar pelajar seperti dengan simpanan pelajar dan mendorong agar mereka memiliki rekening. Model berikutnya adalah program adalah kredit pembiayaan lawan rentenir.

"Ini yang kami lihat sudah terimplementasi dari Bank Blora Artha, terkait kredit Presma, salah satu kredit pembiayaan lawan rentenir yang sangat sesuai dan inline dengan kebutuhan para pelaku UKM khususnya," katanya.

Model selanjutnya dalah program berkaitan dengan kredit untuk sektor pertanian yang pada saat ini sudah tersedia berbagai macam model pembiayaan yang bisa didorong di Blora. Sementara model yang terakhir adalah program untuk mewujudkan yang baru ekosistem keuangan inklusif di wilayah pedesaan.

"Ini menurut kami akan inline untuk melakukan pemberdayaan pelaku usaha dan masyarakat pedesaan," ujarnya.

Peliput : Tim Liputan Prokompim
Penyunting : Gatot Aribowo

Kerja sama Pemkab Blora dengan wartablora.com
15/02/2024 19:02 WIB

Dinkes Provinsi dan PERSI Jateng visitasi RSUD Randublatung