Didik ibu-ibu jadi pengusaha, Pipit gandeng PT. PNM

Foto: Gatot Aribowo

Pipit Windri Aryati, pelaku usaha dan pendamping UMKM di Blora memberikan materi pengembangan kapasitas usaha dan peluang bisnis kuliner di 2020.

Rabu, 12 Februari 2020 20:01 WIB

BLORA (wartaEKBIS)—Apa peluang bisnis kuliner di tahun ini? Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada Pipit Windri Aryati, seorang pelaku usaha di Blora, maka jawabannya adalah makanan cepat saji dan bergizi.

Jawaban ini disampaikan Pipit usai memberikan materi di hadapan 35 ibu-ibu yang mengikuti acara pengembangan kapasitas usaha yang diadakan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) di salah satu rumah makan di Blora, Rabu (12/2/2020).

Pipit yang saat ini menekuni pemasaran produk brambang goreng dan teri goreng mengatakan, dirinya bersemangat memberikan materi kepada ibu-ibu yang sebagian besar merupakan nasabah PT. PNM untuk menggugah kesadaran ibu-ibu dalam membangun kedaulatan ekonominya dengan mendidiknya jadi pengusaha.

"Di acara ini banyak ide-ide bermunculan dari ibu-ibu, usaha kuliner apa yang masih bisa berpeluang. Saya menggali ide-ide dengan memutarkan video-video di youtube. Banyak inspirasi yang bisa digali di sana," kata Pipit yang saat ini juga mendalami ilmu pemasaran di bawah bimbingan mentor dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam memberikan materi tersebut, Pipit mencoba untuk membangkitkan jiwa pengusaha dari ibu-ibu dengan 5 langkah yang perlu ditempuh. Antara lain: tetapkan niat, membuat pilihan sesuai dengan bakat yang dimiliki, membuat beda dari produk-produk yang sudah ada, membangun kapasitas diri dengan mau belajar, dan segera membuatnya untuk siap dipasarkan.

"Banyak tadi yang bersemangat begitu saya memberikan paparan. Semangat untuk menjadi seorang pengusaha wanita, dan punya penghasilan," ujarnya.

Namun, sebut istri dari Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora ini, sebelum melakukan 5 hal tersebut, seorang calon pengusaha harus mau memulainya.

"Ayo mulai. Jika ditanya kapan mulai, ya ayo mulai. Kalau tidak memulainya, kapan akan dikerjakan," tandasnya.

Sementara itu, Panji Hartanto, Manajer Bisnis unit layanan modal mikro  PT. PNM Cabang Pati menegaskan jika pihaknya siap mendampingi para ibu-ibu calon pengusaha tersebut dalam hal permodalan. Sebab menurutnya, jika dari pengembangan kapasitas usaha tersebut tidak ada tindak lanjutnya, maka acara tersebut akan sia-sia.

"Saya berharap dari satu dua bulan ini ada kemunculan ide-ide usaha apa yang memberikan peluang kesuksesan. Karena sebagian besar peserta tadi adalah nasabah kami, maka kami tidak terlalu ketat menyeleksi untuk permodalan mereka. Karena rekam jejak mereka di kami telah ada," ujarnya.

Sedangkan pemasarannya, Pipit yang telah membuka jejaring pemasarannya siap untuk mendampingi dari sisi pemasarannya. ***