Kredit Mikro BPR Blora siap dikerjasamakan dengan KUD

Foto: Gatot Aribowo

Arief Syamsuhuda, Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Blora. Siap kerja sama dengan KUD-KUD di Blora.

Rabu, 25 September 2019 13:14 WIB

BLORA (wartaEkbis)—Kredit Mikro Presma (KMP) milik BPR Blora siap dikerja-samakan dengan Koperasi Unit Desa (KUD) yang memiliki unit usaha koperasi simpan pinjam. Kerja sama ini dapat memperluas jangkauan nasabah, selain bisa memberikan manfaat bersama. Kerja sama akan dicarikan skema yang saling menguntungkan antara BPR Blora sebagai entitas badan usaha milik Pemkab Blora, dengan KUD sebagai entitas usaha bersama milik masyarakat anggota.

Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Blora, Arief Syamsuhuda mengatakan, produk kredit KMP yang sasarannya untuk pedagang kecil dan PKL memang perlu diperluas jangkauannya sebagai upaya memerangi kredit-kredit dari rentenir yang mencekik. Saat ini wilayah jangkauan nasabahnya barulah di Kecamatan Blora dan Kecamatan Jepon.

"Saat ini memang kami baru menjangkau di 2 kecamatan, di pasar Blora dan pasar Jepon. Memang perlu diperluas, sehingga semakin banyak nasabahnya semakin ada untung yang didapat. Karena untuk mendapatkan untung dengan cara menaikkan suku bunganya, jelas tidak memungkinkan. Karena tujuan kredit ini untuk membantu masyarakat agar terlepas dari bunga mencekik punyanya rentenir. Sehingga satu-satunya cara adalah dengan memperbanyak nasabahnya. Untung sedikit tapi dari banyak nasabah," jelas Arief saat ditemui di kantornya, Rabu (25/9/2019).

Untuk memperluas jangkauan ini, tidak menutup kemungkinan BPR Blora bisa melakukan kerja sama dengan KUD yang masih beroperasi, seperti KUD Kecamatan Banjarejo yang saat ini asetnya mencapari Rp9,5 miliar.

"Bentuk kerja samanya bisa KUD sebagai penjamin atau afalis yang memberikan garansi terhadap kredit tersebut," ujar Arief.

Bahkan menurutnya kerja sama bisa diperluas dengan tidak hanya kredit mikro Presma. Bisa kredit untuk petani atau kredit untuk penyaluran pupuk.

"Prinsipnya adalah kerja sama saling menguntungkan," sebutnya.

Dengan kerja sama pilar-pilar ekonomi ini, yakni antara BUMD dengan koperasi, kemanfaatan yang dirasakan masyarakat bisa semakin ditingkatkan.

Kredit mikro Presma ini telah satu tahun lebih diluncurkan BPR Blora. Manajemen menyiapkan Rp1 miliar untuk target 500 hingga 1.000 nasabah, dengan plafon kredit antara Rp1 juta hingga Rp2 juta berbunga 0,9 persen per bulan.

"Kendalanya memang ketaatan nasabah. Dari 300-an lebih nasabah kredit mikro Presma ini, ada 20-an hingga 30-an yang macet. Atau sekitar 10 persenan," tutupnya. (*)