Gerakan Indonesia Menabung One Student One Account

BPR Blora kumpulkan Rp3,577 miliar tabungan pelajar

Foto: Gatot Aribowo

Arief Syamsuhuda, Direktur Utama BPR Blora.

Kamis, 13 Februari 2020 18:43 WIB

BLORA (wartaEkbis)—Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Blora telah mengumpulkan dana pihak ketiga dari kalangan pelajar sejumlah Rp3,577 miliar dari Tabungan Presma Pelajar. Jumlah ini terkumpul dari 2.683 pelajar, mulai dari SD hingga sekolah menengah atas. Pengumpulan ini, dikatakan Direktur Utama BPR Blora Arief Syamsuhuda, telah dilakukan jauh hari sebelum Gerakan Indonesia Menabung One Student One Account dicanangkan Presiden Joko Widodo pada November tahun lalu.

"Jadi jauh sebelum keluarnya Keputusan Presiden nomor 26 tahun 2019 yang dikeluarkan pada 20 Agustus tentang Hari Indonesia Menabung yang kemudian ditindaklanjuti dengan Gerakan Indonesia Menabung One Student One Account yang diluncurkan bertepatan dengan HUT PGRI pada 25 November 2019, kami sudah melakukan gerakan tersebut dengan mengeluarkan Tabungan Presma Pelajar, yang hingga kini telah mengumpulkan nasabah dari kalangan pelajar sejumlah 2.683 anak dengan total dana yang tersimpan di kami ada 34,35 persen dari todal dana masyarakat tersimpan di kami, yang besarannya mencapai Rp3,577 miliar," jelas Arief, Kamis (13/2/2019).

BPR Blora yang namanya sebentar lagi akan berganti Bank Blora Artha telah memiliki payment point di beberapa sekolah yang ada di Kota Blora.

"Antara lain ada di SMA 1 Tunjungan, SMA 1 Blora, SMA 2 Blora, SMP 1 Blora," katanya.

Di payment point ini, BPR Blora menempatkan petugasnya untuk menerima dan mencatat pelajar yang hendak menabung.

"Sedangkan layananan jemput bola sudah menjangkau SMP 3 Blora, SMP 1 Jepon, SD Tempelan, dan SD di Karangjati," imbuhnya.

Rencananya, untuk membudayakan menabung di kalangan pelajar dan memiliki rekening bank di BPR Blora, manajemen bank milik Pemerintah Kabupaten Blora tersebut akan memperluas layanannya hingga di beberapa kota kecamatan. Mulai dari Cepu hingga Randublatung.

"Kebetulan di Cepu kami akan membuka kas. Sementara di Randublatung kami akan menggunakan layanan jemput bola menggunakan kantor kas keliling untuk mengunjungi sekolah-sekolah di pelosok," ujarnya.

Selain itu, kata Arief, pihaknya juga berencana untuk mememberikan edukasi literasi keuangan untuk anak-anak sekolah.

"Tujuannya selain sesuai dengan gerakan tersebut, yakni memperkenalkan budaya menabung juga agar anak-anak kelak bisa cerdas secara finansial," sebutnya. ***