Layani Pemkab Blora, Bank Jateng luncurkan e-retribusi dan e-SPBU

Foto: wartablora.com

Bupati Blora Djoko Nugroho bercengkerama dengan salah seorang pedagang soal penggunaan e-retribusi.

Selasa, 06 Agustus 2019 19:10 WIB

BLORA (wartaEkbis)—Bank Jateng Cabang Blora bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan e-retribusi untuk melayani pembayaran retribusi melalui sistem elektronik di perbankan. Peluncuran ini dilakukan Pemkab Blora bersama Bank Jateng Cabang Blora pada Selasa (6/8/2019) di Pasar Randublatung, bersamaan dengan peluncuran e-SPBU.

"E-retribusi ini untuk melayani pembayaran retribusi para pedagang di Pasar Randublatung, Pasar Sido Makmur Blora, pedagang di Cepu Plaza, pedagang di Pasar Doplang, Pasar Kunduran, dan Pasar Wulung," kata Taufiq Zuliatmoko, Kepala Bank Jateng Cabang Blora.

Taufiq menyatakan rasa bangganya karena bisa bekerjasama dengan Pemkab Blora dalam upaya peningkatan PAD dan penertiban administrasi BBM kendaraan dinas.

“Bank Jateng merupakan Bank milik Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang mana Pemkab Blora memiliki saham di dalamnya. Sehingga kami sudah seharusnya bisa membantu Pemkab Blora dalam meningkatkan PAD. Salah satunya melalui kerjasama program e-Retribusi dan e-SPBU yang pertama kali di Jawa Tengah,” terang Taufiq Zuliatmoko.

Peluncuran dilaksanakan di halaman Pasar Rakyat Randublatung yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora Djoko Nugroho, dan jajaran Forkopimda. Turut hadir Sekda Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, seluruh Kepala OPD, Camat dan perwakilan pedagang Pasar dari seluruh Kabupaten Blora.

Secara simbolis, launching dilakukan Bupati dengan menyerahkan kartu e-retribusi kepada perwakilan pedagang pasar dan e-SPBU kepada Camat Randublatung, Kepala Dindagkop UKM serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Kepala Dindagkop UKM Blora, Sarmidi, SP, MM, dalam laporannya menyatakan bahwa E-Retribusi kali ini merupakan launching kedua untuk enam pasar yakni Pasar Rakyat Randublatung, Pasar Rakyat Sido Makmur Blora, Pasar Plaza Cepu, Pasar Wulung, Pasar Doplang dan Pasar Kunduran.

“Launching pertama bulan Desember 2018 kemarin untuk Pasar Ngawen dan Pasar Jepon. Alhamdulillah di dua pasar ini retribusinya bisa meningkat 38,5 persen. Dengan adanya launching E-Retribusi di 6 pasar ini diharapkan retribusi yang masuk bisa lebih banyak lagi guna menghindari kebocoran potensi PAD dari retribusi pasar,” ucap Sarmidi.

Dengan kartu E-Retribusi ini, menurut Sarmidi, pedagang yang setiap hari memberikan uang tunai kepada petugas penarik retribusi, kini cukup menempelkan kartu E-Retribusi pada alat yang dibawa keliling pasar oleh petugas. Kartu disediakan oleh Bank Jateng dan bisa melakukan isi ulang kartu pada mobil keliling Bank Jateng.

“Dengan adanya E-Retribusi, maka administrasi pengelolaan retribuasi semakin tertata, meminimalisir penyimpangan penarikan, membudayakan menabung bagi pedagang, lebih efektif dalam melakukan pembayaran retsibusi, menghilangkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah dalam pengelolaan pasar, laporan data transaksi yang akuntabel, dan tentunya peningkatan PAD,” terang Sarmidi.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Blora, Ir. Maskur, MM menyampaikan bahwa untuk E-SPBU diluncurkan sebagai wujud penghematan anggaran dalam hal pembelian BBM untuk kendaraan dinas di Kabupaten Blora.

“Dengan E-SPBU, semua driver OPD nantinya cukup memakai kartu dalam pembelian BBM di SPBU sehingga semua transaksi terekam jelas. Untuk sementara kami telah bekerjasama dengan SPBU di Kabupaten Blora. Ini adalah pertama kalinya di Jawa Tengah,” jelas Ir. Maskur, MM.

Bupati Djoko Nugroho pun mengapresiasi terobosan yang dilakukan Dindagkop UKM dan BPPKAD bersama Bank Jateng ini. Bupati meminta agar terobosan seperti ini bisa terus ditingkatkan agar lebih banyak lagi jangkauannya.

“Untuk E-Retribusi berarti sudah ada 8 pasar, saya ingin agar kedepan bisa ditingkatkan lagi ke pasar-pasar lainnya. Diharapkan PAD retribusi pasar bisa naik hingga 50 persen. Pembangunan pasar tradisional juga akan kita selesaikan, yang belum Pasar Tunjungan, Pasar Japah dan Pasar Bogorejo,” ucap Bupati.

Sedangkan untuk E-SPBU, Bupati meminta agar program ini tidak hanya berlaku di SPBU wilayah Kabupaten Blora saja. Namun dikembangkan ke SPBU Kota-Kota besar yang sering dijadikan lokasi Dinas Luar, seperti Semarang, Solo, dan Kabupaten lainnya di Jawa tengah.

“Bagus ini, E-SPBU pertama kalinya di Jawa Tengah ada di Kabupaten Blora. Terimakasih bank Jateng. Kalau bisa jangan hanya di Blora saja, tapi dikembangkan ke SPBU luar kota juga,” sambung Bupati.

Agus Sumarwan, salah satu pedagang di Pasar Rakyat Randublatung mengaku senang dan menyambut gembira adanya E-Retribusi yang diluncurkan pada hari ini. Menurutnya, dengan kartu E-Retribusi ini dirinya tidak repot menyiapkan uang tunai setiap hari untuk membayar tarikan retribusi.

“Lebih ringkes dan mudah. Tertib administrasi juga, jadi uangnya tidak bisa diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Karena bagi kami retribusi yang dibayarkan nantinya juga digunakan untuk membangun pasar agar bisa lebih baik dan nyaman,” ucap Agus Sumarwan disambut tepuk tangan Bupati dan para undangan. (Tim Liputan Humas Protokol Setda Blora)