Kejar setoran, PT BPE akan genjot pendapatan dari sumur tua

Foto: Gatot Aribowo

Rapat kerja antara Komisi B DPRD Blora dan manajemen PT BPE, Senin (27/9/2021).

Senin, 27 September 2021 16:43 WIB

BLORA (wartaEKBIS)—Belum maksimalnya pengoperasian sumur tua yang dikelola PT Blora Patra Energi (BPE) akan digenjot tahun depan. Diharapkan dengan memaksimalkan pengoperasian sumur tua ini setoran untuk pendapatan asli daerah Kabupaten Blora akan meningkat. Selain memaksimalkan pengoperasian sumur tua, PT BPE akan menggenjot pula trading minyak mentah untuk mengejar setoran. Tahun ini, PT BPE hanya menyetor ke kas daerah sejumlah Rp247 juta.

Direktur PT BPE Tri Harjianto mengatakan, saat ini baru separo dari sumur tua yang dikelola PT BPE yang beroperasi. Dengan demikian masih ada peluang untuk kejar pendapatan dari penambahan operasi dari sumur tua yang dikelola.

"Kami di (lapangan minyak) Ledok memiliki 196 titik sumur tua yang dikelola. Baru 125 titik yang beroperasi. Sementara di Semanggi kami memiliki 71 titik sumur tua, 8 beroperasi dengan 4 titik sumur yang aktif," sebutnya saat diwawancara wartawan usai rapat dengan Komisi B DPRD Blora, Senin (27/9/2021).

Titik-titik sumur tua yang belum beroperasi ini yang akan digarap manajemen PT BPE di bawah kendalinya.

"Kami akan mengelola sumur tua yang belum dikelola. Selain itu kami akan bermain di hilir. Selama ini kami juga berbisnis trading (minyak mentah). Ini juga akan kami tingkatkan," katanya.

Tahun 2021 ini, PT BPE sudah menyetor ke pendapatan daerah sejumlah Rp247 juta. Setoran ini 3/4 dari target pendapatan yang direncanakan sejumlah Rp328 juta, menurun dari tahun sebelumnya. Turunnya target pendapatan yang memengaruhi setoran untuk pendapatan asli daerah ini diklaim manajemen PT BPE lantaran harga jual minyak mentah yang turun.

Sebelumnya, PT BPE juga memiliki rencana akan mengelola hak partisipasi (PI, participating interest) dari pengelolaan lapangan minyak Alas Dara Kemuning yang dioperasikan PT Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK), anak perusahaan PT Pertamina EP. PT BPE juga memiliki rencana menggarap lapangan minyak Kedinding di Blora selatan, kerja sama dengan investor dari Singapura. Namun, kata Tri, "masih proses. Rencananya demikian."