Gali sumber pendapatan, Wirausaha manfaatkan klinik pasar

Foto: Gatot Aribowo

Djantik Retno Subarini, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Wirausaha.

Kamis, 28 Maret 2019 16:00 WIB

BLORA (wartaEkbis)—BUMD Wirausaha milik Pemerintah Kabupaten Blora yang saat ini masih menangani unit usaha apotik berencana akan memanfaatkan fasilitas umum yang ada di pasar. Fasilitas umum yang akan dimanfaatkan ini adalah ruang laktasi dan klinik. Baru 3 pasar yang akan dibidik untuk dimanfaatkan klinik dan laktasinya buat jualan produk-produk kesehatan.

"Yakni pasar Todanan, pasar Blora yang baru itu (Sido Makmur), dan pasar induk Cepu," kata Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Wirausaha, Djantik Retno Subarini, SE, MM, di kantornya di lantai dasar Gedung Samin, Kamis (28/3/2019).

Djantik mengatakan, hingga saat ini fasilitas-fasilitas tersebut belum dimanfaatkan oleh instansi yang berwenang.

"Fasilitas ruang laktasi dan klinik ini kan fasilitas bawaan yang telah disediakan pasar. Namun fasilitas ini kurang dimanfaatkan oleh dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kesehatan. Kami mendorong agar fasilitas ini bisa difungsikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang ada di pasar," katanya kemudian.

Bila difungsikan, apotik milik PD. Wirausaha akan bisa masuk untuk menjual obat-obatan dan produk penunjang kesehatan lainnya.

"Di fasilitas ruang laktasi, kami bisa menjual produk susu dan produk diferensiasi lainnya. Sementara di klinik, kami bisa menyediakan obat-obatannya," sebutnya.

Ia berharap, dengan difungsikannya fasilitas klinik dan laktasi ini bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan.

"Rencananya akan berjalan mulai April ini. Untuk pasar Blora dan pasar induk Cepu, karyawan kami yang ada di apotik bisa kita shift-kan ke sana hingga siang hari. Sementara untuk pasar Todanan, kami akan membutuhkan tenaga kerja baru yang berdomisili di sana," jelasnya.

Saat ini, PD. Wirausaha memiliki 2 apotik, yakni di Blora dan Cepu. Untuk pembukaan apotik baru di beberapa kecamatan guna meningkatkan pendapatan, Djantik mengaku belum terpikirkan ke arah sana. Sebabnya, pembukaan apotik baru membutuhkan perencanaan yang matang selain biaya yang tidak sedikit.

"Sementara untuk memanfaatkan fasilitas klinik dan laktasi ini tidak memerlukan ongkos yang besar, tapi bisa menjadi peluang adanya sumber pendapatan buat unit usaha kami," tutupnya. (*)

Kerja sama Pemkab Blora dengan wartablora.com
30/09/2019 20:19 WIB

Bandara Ngloram sesuai jadwal