Pertumbuhan pesat BPR Blora

Dari Rp50 juta menuju Rp51,8 miliar

Foto: Gatot Aribowo

Penyerahan secara simbolis pemenang sepeda motor di penarikan undian tabungan Presma, Kamis (21/3/2019). 

Kamis, 21 Maret 2019 15:39 WIB

BLORA (wartaEkbis)—Pertumbuhan bisnis BPR Blora terus melaju pesat. Dalam kurun waktu setahun pertumbuhan aset mencapai 34 persen, sementara laba bruto mencatatkan pertumbuhan hampir 80 persen. Dengan modal disetor Pemerintah Kabupaten Blora pada 1998 sejumlah Rp50 juta, kini BPR Blora memiliki aset hampir Rp51,8 miliar.

"Perusahaan daerah BPR Blora yang sahamnya 100 persen milik Pemerintah Kabupaten Blora, yang pada awalnya modal disetor hanya Rp50 juta, kini telah membukukan aset sejumlah Rp51,799 miliar terhitung hingga akhir tahun lalu," sebut Direktur Utama BPR Blora Arief Syamsuhuda saat membacakan laporannya kepada Bupati Blora di acara penarikan undian tabungan Presma di Blora, Kamis (21/3/2019).

Dibandingkan dengan tahun 2017, aset yang dibukukan hingga akhir tahun lalu mengalami peningkatan 34 persen.

"Sementara untuk dana masyarakat dengan jumlah nasabah 9.558 orang, selama setahun dari 2017 ke 2018, kami mengalami pertumbuhan 39 persen, dengan jumlah dana terkumpul Rp31,917 miliar lebih, terdiri tabungan sejumlah Rp13,691 miliar lebih dan deposito Rp18,226 miliar lebih. Dana tabungan yang kami bukukan mengalami pertumbuhan 11 persen, dan deposito mengalami pertumbuhan yang tinggi, mencapai 67 persen," paparnya.

Untuk pertumbuhan kredit, dibandingkan tahun 2017, terdapat peningkatan 10 persen di 2018.

"Kredit di kami mengalami kenaikan 10 persen, hingga tanggal 31 Desember 2018, tercatat Rp31,533 miliar lebih dengan jumlah nasabah 1.017 orang."

Dengan peningkatan yang signifikan tersebut, di 2018 BPR Blora membukukan laba kotor hingga Rp863,558 juta, naik 79 persen dari laba yang dibukukan tahun sebelumnya.

"Pendapatan kami selama setahun, terhitung 31 Desember 2017 hingga 31 Desember 2018 mengalami peningkatan hingga 33 persen, yakni sejumlah Rp6,856 miliar lebih, dengan biaya yang kemi keluarkan sejumlah Rp5,993 miliar lebih, naik 28 persen dari biaya yang kami keluarkan di tahun sebelumnya," jelasnya.

BPR yang di tahun ini bertengger di peringkat 6 nasional top BUMD beraset Rp50 miliar hingga Rp100 miliar, kata Arief, menargetkan bisa menyetor deviden ke Pemerintah Kabupaten Blora hingga 50 persen dari laba setelah pajak.

"Kami merasa bahwa sampai saat ini apa yang kami raih masih belum optimal. Untuk itu kami berharap untuk tahun-tahun mendatang bisa lebih kami tingkatkan, sehingga kontribusi deviden untuk setoran pendapatan asli daerah bisa lebih meningkat hingga 50 persen dari laba setelah pajak," pungkasnya. (*)